Logistik

Kereta Kontainer Jadi Alternatif Efisien Hadapi Lonjakan Logistik Nasional

Kereta Kontainer Jadi Alternatif Efisien Hadapi Lonjakan Logistik Nasional
Kereta Kontainer Jadi Alternatif Efisien Hadapi Lonjakan Logistik Nasional

JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat tren peningkatan signifikan dalam volume angkutan barang sejak awal tahun 2026, dan proyeksi menunjukkan pertumbuhan ini akan berlanjut hingga momen Lebaran. 

Lonjakan permintaan tersebut mempertegas peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang cepat, andal, serta ramah lingkungan, yang mampu menjaga kelancaran rantai pasok nasional dan mendukung stabilitas distribusi barang menjelang hari besar keagamaan.

VP Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, menyebutkan bahwa hingga Februari 2026, volume angkutan barang mencapai 222 ribu ton, meningkat 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 154 ribu ton. 

“Peningkatan ini salah satunya didorong arus distribusi mendekati momentum strategis keagamaan yang memengaruhi peningkatan produksi di berbagai sektor industri. Peningkatan ini diprediksi masih akan terjadi hingga Maret 2026,” ujarnya.

Tren peningkatan ini bertepatan dengan beberapa hari besar nasional, seperti Tahun Baru Imlek pada 17 Februari, awal Ramadan 19 Februari, Hari Raya Nyepi 19 Maret, dan Idulfitri 20 Maret 2026. 

Kombinasi antara meningkatnya permintaan industri dan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan keagamaan menjadi faktor utama lonjakan volume angkutan logistik.

Tren Peningkatan Angkutan Barang

KAI Logistik memanfaatkan momentum ini untuk menekankan keunggulan kereta api dibanding moda transportasi lain, terutama menjelang implementasi kebijakan zero Over Dimension and Over Load (ODOL) 2027. 

Dengan kapasitas besar, waktu tempuh cepat, dan perjalanan yang terjadwal, kereta kontainer menjadi solusi efisien untuk distribusi barang di Pulau Jawa.

“Dalam menghadapi transisi kebijakan ODOL, KA Kontainer menjadi alternatif andalan karena kapasitas angkut besar, waktu tempuh cepat, dan perjalanan terjadwal. Hal ini mendorong efisiensi pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh,” kata Dwi.

Selain itu, KAI Logistik telah berhasil mengelola lebih dari 12 juta ton barang sepanjang 2025, menunjukkan kemampuan perusahaan menghadapi lonjakan volume dan mendukung kelancaran distribusi logistik di momen padat seperti Ramadan dan Lebaran.

Sertifikasi Halal dan Layanan Terstandar

Salah satu keunggulan KA Kontainer adalah sertifikasi halal pada terminal utama, antara lain Sungai Lagoa Jakarta, Klari Karawang, Ronggowarsito Semarang, dan Kalimas Surabaya. Layanan ini memastikan kepatuhan syariah, khususnya bagi industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, dan produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

“Dengan sertifikasi halal, layanan KA Kontainer memberikan nilai tambah dan jaminan kepatuhan syariah bagi pelanggan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi KA Kontainer sebagai moda logistik andalan yang ramah lingkungan,” ujar Dwi.

KAI Logistik juga berencana meningkatkan kapasitas layanan kontainer untuk memenuhi kebutuhan berbagai relasi di Pulau Jawa. Langkah ini mendukung pengembangan ekosistem green logistics, sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai moda transportasi logistik utama yang efisien dan berkelanjutan.

Angkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Selain komoditas umum, KAI Logistik menyediakan layanan angkutan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan standar tinggi. 

Hingga kini, layanan ini mencakup 12 jenis B3, antara lain Nitrogen, Amonia, Argon, Asam Sulfat, Etanol, Hidrogen Peroksida, Isopropil Alkohol, Natrium Hidroksida, Fenol, Karbon Dioksida, Heksana, dan Metanol.

Dwi menekankan, pengangkutan B3 memerlukan penanganan ketat karena termasuk kategori dangerous goods. Seluruh layanan dijalankan sesuai regulasi dan izin resmi dari pemerintah, sehingga memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pelanggan.

“Angkutan B3 menggunakan kereta api memberikan jaminan keamanan dan keselamatan sesuai standar pengemasan, pelabelan, dan manajemen risiko,” jelas Dwi. Layanan ini juga mendukung moda kereta api sebagai transportasi logistik yang lebih berkelanjutan, aman, dan efisien.

Kontribusi KAI Logistik pada SDGs dan Infrastruktur

Layanan KAI Logistik memberikan kontribusi strategis terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utama meliputi:

Tujuan No 9 – Industri dan Infrastruktur: mendorong inovasi dalam sistem logistik nasional agar lebih modern dan efisien.

Tujuan No 11 – Kota Berkelanjutan: mengurangi risiko distribusi bahan berbahaya di kawasan padat penduduk.

Tujuan No 13 – Aksi Iklim: mengurangi emisi transportasi melalui pengalihan distribusi ke moda kereta api.

Selain aspek lingkungan, layanan ini memperkuat efektivitas rantai pasok, meningkatkan keselamatan publik, dan menegaskan posisi kereta api sebagai moda transportasi logistik yang ramah lingkungan, andal, dan hemat biaya.

KAI Logistik juga memastikan layanan kontainer tetap kompetitif melalui pengelolaan terminal terstandar, kapasitas angkut besar, dan jadwal pengiriman yang konsisten. Hal ini membuat kereta api menjadi pilihan utama bagi perusahaan yang mengutamakan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan.

Persiapan Hadapi Lonjakan Musiman

Menjelang Lebaran 2026, KAI Logistik menyiapkan berbagai strategi menghadapi lonjakan permintaan. Peningkatan volume diprediksi berlanjut hingga Maret 2026, dipicu arus distribusi untuk sektor industri, pangan, dan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan keagamaan.

Dwi Wulandari menegaskan strategi persiapan meliputi optimalisasi layanan KA Kontainer, pemeliharaan armada, peningkatan kapasitas terminal, dan penerapan protokol keselamatan tinggi pada pengangkutan barang berisiko.

“Kami terus menyempurnakan layanan agar kereta api tetap menjadi moda transportasi logistik andalan. Efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan menjadi fokus utama kami,” ujarnya.

Dengan persiapan matang ini, KAI Logistik mampu memberikan alternatif transportasi yang handal, mendukung kelancaran distribusi, dan menjaga rantai pasok tetap stabil, terutama selama periode padat seperti Ramadan dan Lebaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index