JAKARTA - Gempita Tahun Baru Imlek hari ini tidak hanya milik masyarakat Tionghoa semata. Di balik kemeriahan lampion merah yang menghiasi berbagai sudut kota, terdapat perayaan serupa yang tak kalah sakral di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, yakni Korea Selatan dan Vietnam. Meskipun berakar dari pengaruh budaya Tiongkok dan kedekatan geografis, perayaan yang di Korea dikenal sebagai Seollal dan di Vietnam disebut Tet Nguyen Dan ini memiliki kekhasan unik yang membedakannya satu sama lain. Keduanya bukan sekadar pergantian kalender, melainkan manifestasi penghormatan kepada leluhur dan momentum mempererat ikatan keluarga.
Filosofi Mudik dan Makna Kebersamaan di Dua Negara
Bagi masyarakat Korea maupun Vietnam, Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari besar yang ditandai dengan masa libur panjang. Fenomena 'mudik' ke kampung halaman menjadi tradisi yang tak terelakkan, di mana jutaan orang berbondong-bondong pulang untuk merayakan tahun baru bersama keluarga besar.
Secara fundamental, perayaan di kedua negara ini memiliki kesamaan makna: sebagai hari untuk berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Ini adalah waktu yang disucikan untuk memberikan penghormatan kepada orang tua dan para leluhur, saling bertukar hadiah, serta menikmati hidangan khas yang sarat akan doa serta harapan baik untuk setahun ke depan.
Ritual Seollal: Penghormatan dan Simbol Keberuntungan Korea
Di Korea, persiapan menyambut Seollal dimulai dengan tradisi menggantung Bokjori. Saringan bambu tradisional ini digantung di rumah-rumah sebagai simbol untuk mengumpulkan keberuntungan di tahun yang baru. Suasana pagi di hari pertama tahun baru terasa sangat tertib; keluarga bangun pagi dan berpakaian rapi, bahkan banyak yang mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea yang anggun.
Agenda utama dimulai dengan ritual penghormatan kepada leluhur di ruang keluarga. Setelah itu, tradisi yang paling dinantikan adalah Sebae. "Penghormatan dengan cara berlutut dan membungkuk, sambil mengucapkan doa dan selamat tahun baru," menjadi momen haru saat anak-anak bersujud di hadapan orang tua mereka. Sebagai bentuk restu, para orang tua biasanya memberikan hadiah berupa uang dalam amplop kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda yang belum menikah.
Kuliner dan Kemeriahan Festival di Korea Selatan
Dalam hal kuliner, Seollal tidak lengkap tanpa kehadiran Tteokguk atau sup kue beras dengan potongan memanjang. Hidangan ini bukan sekadar pengenyang perut, melainkan simbol umur panjang dan keberuntungan yang wajib disantap oleh siapa pun. Untuk memeriahkan suasana, permainan tradisional seperti Jegichagi (menendang bola kecil) dan Yutnori (permainan menggunakan empat batang kayu) kerap dimainkan untuk menambah kehangatan keluarga.
Pada perayaan Seollal 2026, Presiden Korea Lee Jae Myung bersama Ibu Negara Kim Hye-kyung turut menyapa rakyat melalui pesan video. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Korea dan mendoakan agar masyarakat Korea lebih maju dan sejahtera di tahun 2026. Di ibu kota, Kota Seoul juga tidak ketinggalan menggelar berbagai festival seni dan budaya yang melibatkan warga secara interaktif.
Semangat Tet Nguyen Dan: Musim Semi dan Pengharapan Vietnam
Beralih ke Vietnam, Tahun Baru Tet dirayakan dengan kemeriahan yang luar biasa, terutama di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City yang menyuguhkan pesta kembang api memukau pada malam pergantian tahun. Bagi masyarakat di wilayah Utara, Tet menandai awal musim semi, sementara di wilayah Selatan, momen ini menjadi penanda awal musim tanam.
Kesibukan sudah terasa berhari-hari sebelum Hari Raya Tet tiba. Warga disibukkan dengan aktivitas membersihkan dan mendekorasi rumah. Di Vietnam, bunga persik serta pohon kumquat menjadi penghias wajib. Pohon kumquat, yang merupakan pohon sitrus kerdil berbuah kuning, dipercaya melambangkan umur panjang dan kemakmuran.
Tradisi Unik dan Kuliner Ketan Khas Vietnam
Hidangan ikonik Hari Raya Tet adalah kue ketan berisi daging dan kacang hijau yang dibungkus daun. Uniknya, terdapat perbedaan bentuk berdasarkan wilayah; di Vietnam Utara kue ini berbentuk persegi, sedangkan di Selatan berbentuk silinder. Masyarakat Vietnam juga memiliki kepercayaan kuat terhadap sosok tamu pertama yang berkunjung ke rumah. "Orang pertama yang mengunjungi rumah di tahun baru akan menentukan keberuntungan sepanjang setahun ke depan," menjadi keyakinan yang dipegang teguh.
Sama seperti di Korea, tradisi pemberian uang dalam amplop juga berlaku di Vietnam, yang ditujukan bagi orang tua dan anak-anak sebagai bentuk kasih sayang. Tahun ini, berbagai kegiatan seni budaya dan festival membuat jalan-jalan di Vietnam terlihat jauh lebih meriah.
Visi Pemimpin Vietnam di Hari Raya Tet
Presiden Vietnam Luong Cuong juga tidak ketinggalan menyampaikan pesan kenegaraan dalam momentum sakral ini. Dalam ucapannya, Presiden Luong Cuong mengajak rakyat Vietnam untuk bersama-sama mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan menjadikan Vietnam negara berpenghasilan menengah atas. Pesan ini menegaskan bahwa perayaan Tet juga menjadi momen untuk memperkuat tekad nasional dalam pembangunan ekonomi.
Meski dipisahkan oleh jarak dan bahasa, baik Seollal di Korea maupun Tet di Vietnam membuktikan bahwa esensi dari Tahun Baru Imlek adalah kasih sayang, penghormatan kepada akar budaya, dan optimisme menyongsong masa depan yang lebih cerah bagi bangsa dan keluarga.