IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound ke 8.503, Ini Rekomendasi Saham AMMN, TINS, TKIM

Jumat, 20 Februari 2026 | 15:10:24 WIB
IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound ke 8.503, Ini Rekomendasi Saham AMMN, TINS, TKIM

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan diperkirakan mulai membuka peluang pemulihan setelah tekanan jual yang terjadi pada sesi sebelumnya.

Meski ditutup di zona merah, secara teknikal IHSG dinilai telah mencapai target koreksi minimal, sehingga ruang untuk rebound masih terbuka. Kondisi ini membuat investor kembali mencermati peluang di sejumlah saham pilihan yang dinilai memiliki potensi teknikal menarik.

Optimisme terbatas tersebut muncul seiring dengan kemampuan IHSG bertahan di atas area support kunci, meskipun sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Sejumlah analis menilai, selama indeks mampu menjaga level psikologis tertentu, peluang penguatan jangka pendek masih dapat dimanfaatkan oleh pelaku pasar.

IHSG Ditutup Melemah, Namun Sinyal Rebound Mulai Terbentuk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound menguji kisaran 8.440–8.503 pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026, setelah mengalami pelemahan pada sesi sebelumnya. Tim analis MNC Sekuritas mencatat IHSG turun 0,43% ke level 8.274 pada Kamis, 19 Februari 2026, disertai tekanan jual yang cukup terasa.

Meski melemah, pergerakan indeks dinilai telah mencapai target minimal yang sebelumnya diproyeksikan. Selain itu, laju IHSG tertahan oleh indikator moving average 20 (MA20), yang kerap menjadi area penentuan arah pergerakan selanjutnya. Kondisi ini membuka peluang bagi indeks untuk mencoba bergerak naik, selama tekanan jual tidak kembali meningkat secara signifikan.

Level Support dan Resistance Jadi Kunci Pergerakan

Dalam skenario terbaik, selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.170, indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan. Tim analis MNC Sekuritas menilai penguatan tersebut dapat membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x], dengan target di rentang 8.440 hingga 8.503.

“Meski begitu, waspadai potensi koreksi ke area 8.059–8.119,” tulis tim analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Jumat, 20 Februari 2026. Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di 8.170 dan 8.025. Sementara itu, area resistance berada di kisaran 8.408 dan 8.596.

Level-level teknikal ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi transaksi, terutama bagi investor jangka pendek yang memanfaatkan volatilitas harian IHSG.

Rekomendasi Saham: AMMN dan CMRY Masuk Radar

Seiring dengan peluang rebound IHSG, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) direkomendasikan Buy on Weakness setelah menguat 1,99% ke level 7.675. Pergerakan saham ini didominasi oleh volume pembelian dan mampu bertahan di atas cluster MA20 dan MA200.

Selama harga AMMN berada di atas level 7.300 sebagai stop loss, posisinya diperkirakan berada pada bagian wave [iii] dari wave C. Adapun area Buy on Weakness berada di kisaran 7.450–7.625, dengan target harga 7.875 dan 8.050.

Sementara itu, saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) direkomendasikan Buy on Weakness meski terkoreksi 0,93% ke level 5.350. Tekanan jual masih terlihat dominan, meskipun volume perdagangan mulai menipis. Saat ini, posisi CMRY diperkirakan berada pada bagian wave [ii] dari wave 5. Area beli berada di kisaran 5.125–5.275, dengan target harga 5.575 dan 5.850, serta stop loss di bawah 5.050.

TINS dan TKIM Dinilai Menarik Secara Teknikal

Saham PT Timah Tbk. (TINS) juga masuk dalam daftar rekomendasi Buy on Weakness setelah menguat 1,01% ke level 3.990. Penguatan ini disertai peningkatan volume pembelian, yang mengindikasikan minat beli mulai kembali masuk. Pergerakan TINS diperkirakan tengah membentuk bagian wave 4 dari wave (5).

Area beli TINS berada di kisaran 3.700–3.850, dengan target harga 4.440 dan 4.670, serta stop loss di bawah 3.400. Selain itu, saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) juga direkomendasikan Buy on Weakness setelah naik 2,78% ke level 7.400.

Kenaikan TKIM ditopang oleh peningkatan volume beli dan keberhasilannya menembus cluster MA20 dan MA60. Saat ini, posisi TKIM diperkirakan berada di awal wave (iii) dari wave [c]. Area beli berada di kisaran 7.175–7.275, dengan target harga 7.625 dan 7.825, serta stop loss di bawah 6.975.

Dampak Kebijakan BI dan Prospek IHSG ke Depan

Sebelumnya, keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75% dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap laju pasar saham domestik. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, menilai kebijakan tersebut tidak menimbulkan guncangan bagi pasar, namun juga belum cukup kuat menjadi katalis utama penguatan IHSG.

Menurutnya, keputusan BI cenderung berdampak netral hingga sedikit positif. “Surplus perdagangan dan proyeksi NPI yang tetap sehat menurunkan risiko eksternal sehingga downside IHSG relatif terbatas. Namun tanpa penurunan suku bunga, akselerasi reli lebih bergantung pada pertumbuhan laba dan arus dana asing,” jelas Liza dalam risetnya.

Ia menambahkan bahwa ruang penurunan suku bunga di masa depan tetap terbuka dan dapat menjadi bantalan kebijakan ketika tekanan global mereda. Dengan demikian, penahanan suku bunga saat ini dinilai lebih sebagai penguat fondasi stabilitas dibandingkan katalis instan reli pasar.

Liza juga menilai peluang IHSG kembali menguat menuju level 9.000 masih terbuka, terutama jika inflasi tetap terkendali serta surplus perdagangan dan neraca pembayaran terjaga stabil. “Momentum musiman Ramadan–Lebaran, belanja pemerintah awal tahun, serta potensi pelonggaran likuiditas global jika Federal Reserve mulai quantitative easing dapat mendorong IHSG ke level 9.000,” ujarnya. Namun demikian, sikap hawkish bank sentral global dan persepsi risiko domestik tetap perlu dicermati oleh investor.

Terkini