Paul Merson Ingatkan Arsenal Risiko Gagal Juara Liga Inggris 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:43:56 WIB
Paul Merson Ingatkan Arsenal Risiko Gagal Juara Liga Inggris 2026

JAKARTA - Lonceng peringatan mulai berbunyi di London Utara setelah rentetan hasil tidak maksimal yang diraih oleh sang pemuncak klasemen. Kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol di markas Wolverhampton Wanderers bukan sekadar kehilangan dua poin, melainkan sebuah sinyal bahaya mengenai rapuhnya ketahanan mental tim di saat-saat paling menentukan. Mantan legenda Arsenal, Paul Merson, memperingatkan bahwa mereka berisiko kehabisan tenaga jika tidak meningkatkan kekuatan mental dan konsistensi mereka di tahap-tahap krusial, setelah hasil imbang 2-2 melawan Wolves di putaran ke-31 Liga Premier.

Sorotan tajam kini tertuju pada cara skuad asuhan Mikel Arteta mengelola tekanan. Arsenal yang semula tampak perkasa, kini mulai menunjukkan celah yang bisa dimanfaatkan oleh rival terdekatnya. Perjalanan menuju trofi yang selama ini tampak mulus, mendadak berubah menjadi penuh kerikil tajam akibat hilangnya intensitas permainan di saat-saat krusial.

Kronologi Kegagalan Mempertahankan Keunggulan di Molineux

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Molineux pada 18 Februari tersebut awalnya berjalan sesuai rencana tim tamu. Dominasi Meriam London terlihat nyata sejak peluit pertama dibunyikan. Di Stadion Molineux pada 18 Februari, Bukayo Saka membuka skor dengan sundulan pada menit ke-5. Keunggulan ini tampak akan bertambah mudah bagi tim tamu.

Optimisme semakin membuncah ketika di awal babak kedua, The Gunners menggandakan keunggulan mereka ketika bek Piero Hincapie mencetak gol dari serangan balik. Namun, petaka dimulai dari perubahan pola permainan yang terlalu dini. Namun, selama sisa pertandingan, The Gunners bermain bertahan, menyerahkan kendali permainan kepada Wolves dan membayar mahal atas hal itu. Pada menit ke-61, Hugo Bueno memperkecil selisih dengan tendangan melengkung yang spektakuler. Ketegangan memuncak di waktu tambahan; miskomunikasi antara Gabriel dan kiper David Raya memungkinkan Tom Edozie mencetak gol, yang kemudian berujung pada gol bunuh diri oleh Riccardo Calafiori, sehingga pertandingan berakhir imbang 2-2.

Kritik Pedas Paul Merson Terkait Penurunan Tempo

Melihat performa mantan timnya, Paul Merson tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Berbicara di Sky Sports, mantan gelandang Paul Merson berpendapat bahwa Arsenal membayar mahal atas performa buruk mereka. Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada strategi lawan, melainkan pada kegagalan Arsenal menjaga ritme permainan mereka sendiri.

"Jika mereka bermain dengan tempo tinggi, Wolves tidak bisa mengimbangi. Tetapi ketika Anda bermain lambat, kekurangan energi, dan melakukan banyak umpan yang salah sasaran, Anda selalu memberi lawan peluang," komentarnya. Merson menegaskan bahwa di level tertinggi, sedikit saja penurunan standar bisa berakibat fatal. "Anda tidak bisa bermain dengan tempo serendah itu. Ketika Wolves menyamakan kedudukan menjadi 2-2, Arsenal akhirnya menunjukkan urgensi, tetapi sebelum itu, mereka tidak. Mulai sekarang hingga akhir musim, setiap pertandingan adalah final."

Ancaman Nyata Manchester City dan Laga Penentu di Etihad

Dampak dari hasil minor ini sangat terasa pada tabel klasemen. Dua hasil imbang beruntun melawan Brentford dan Wolves telah menempatkan Arsenal dalam risiko Manchester City memperkecil selisih poin menjadi hanya dua poin. Situasi ini menempatkan Arsenal pada posisi yang terjepit, di mana mereka harus menghadapi tekanan mental yang luar biasa di sisa musim.

Persaingan akan mencapai puncaknya pada 18 April mendatang. Mereka juga akan bertandang ke Stadion Etihad pada 18 April – pertandingan yang bisa menjadi penentu dalam perebutan gelar juara. "Jika Manchester City memenangkan semua pertandingan tersisa mereka, mereka akan menjadi juara," kata Merson, memprediksi Arsenal akan menghadapi gelombang kritik keras dalam beberapa hari mendatang. "Situasi akan memanas. Kata-kata seperti 'kehabisan napas' akan sering disebut. Hasil imbang di Brentford dan kemudian unggul dua gol melawan tim terbawah tanpa kemenangan – tekanannya akan sangat besar."

Kecemasan di Ruang Ganti dan Pesimisme Mikel Arteta

Suasana di internal tim pun tampaknya sedang tidak baik-baik saja. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, manajer Mikel Arteta mengungkapkan kekecewaannya, mengakui bahwa Arsenal gagal memenuhi ekspektasi di babak kedua dan membutuhkan peningkatan yang signifikan. Nada bicara Arteta yang biasanya penuh semangat kini terdengar lebih berat dan penuh beban.

Merson, mantan gelandang Arsenal dari tahun 1985-1997, mengatakan dia terkejut dengan nada tegas Arteta. Perubahan sikap sang manajer ini dianggap sebagai indikasi adanya masalah yang lebih dalam dari sekadar taktik di lapangan. "Ini adalah salah satu momen langka di mana saya melihatnya begitu tidak optimis. Ini menunjukkan bahwa bahkan di dalam tim pun ada kecemasan," komentar mantan pemain internasional Inggris itu. Bagi Merson, jika pelatih sudah mulai kehilangan optimisme, maka tugas untuk membangkitkan mental pemain akan menjadi jauh lebih berat di sisa kompetisi yang semakin panas.

Terkini