Perdagangan Perdana Usai Imlek IHSG Menguat Rabu 18 Februari 2026 Pagi Ini

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:39:29 WIB
Perdagangan Perdana Usai Imlek IHSG Menguat Rabu 18 Februari 2026 Pagi Ini

JAKARTA - Setelah dua hari jeda akibat libur perayaan Imlek, pasar modal Indonesia kembali bergairah. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Sentimen positif terlihat sejak menit pertama transaksi, mencerminkan optimisme pelaku pasar yang kembali aktif bertransaksi.

Indeks dibuka naik 23,54 poin atau 0,29% ke level 8.235,81. Bahkan, selang satu menit setelah pembukaan, penguatan semakin besar dengan kenaikan mencapai 0,65%. Momentum awal ini menjadi sinyal bahwa investor merespons sejumlah katalis domestik maupun global yang tengah berkembang.

Sepanjang awal sesi, sebanyak 282 saham tercatat menguat, 91 saham melemah, dan 314 saham lainnya belum bergerak. 

Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 378,74 miliar dengan volume 765,96 juta saham dalam 68.599 kali transaksi. Aktivitas ini menunjukkan likuiditas yang cukup terjaga pada perdagangan perdana usai libur panjang.

Perdagangan Perdana Usai Libur Imlek

Hari ini merupakan perdagangan perdana pasar modal RI setelah libur dua hari dalam rangka perayaan Imlek. Kembalinya aktivitas bursa diwarnai sentimen yang relatif positif, didukung ekspektasi musim rilis laporan keuangan emiten dan aksi korporasi seperti buyback saham.

Saat ini, perhatian pasar akan beralih pada musim rilis keuangan dan buyback yang berlanjut. Pekan ini, pasar juga akan terasa pendek karena hanya buka tiga hari, ditambah nuansa Ramadan kian dekat.

Ramadan merupakan puncak konsumsi di Indonesia sehingga diharapkan bisa ikut menggeliatkan ekonomi serta pasar saham Indonesia. Ekspektasi peningkatan belanja masyarakat selama bulan suci kerap menjadi pendorong optimisme di sektor konsumsi dan ritel.

Uji Resistance dan Area Support Krusial

Secara teknikal, posisi IHSG kini sedang menguji resistance MA100 daily di level kisaran 8400. Posisi ini dinilai masih sulit ditembus mengingat pergerakan indeks yang terkoreksi selama dua hari pada pekan lalu, sehingga menunjukkan potensi pergerakan sideways terlebih dahulu.

Namun, pelaku pasar juga perlu mengantisipasi support terkini di MA200 daily di level 7800. Level ini menjadi penentu apakah tren sideways masih bertahan. Jika support tersebut ditembus, IHSG berpotensi kembali memasuki fase downtrend.

Sebaliknya, apabila pada pekan ini terbentuk higher low baru, maka peluang menuju resistance berikutnya semakin terbuka. Setidaknya IHSG diharapkan mampu menutup gap down di area 8700 sebelum melanjutkan penguatan yang lebih solid.

Dengan kondisi teknikal tersebut, investor jangka pendek cenderung mencermati area support dan resistance sebagai acuan pengambilan keputusan, sembari menunggu katalis tambahan dari dalam dan luar negeri.

Laporan Keuangan Emiten Jadi Sorotan

Pelaku pasar kini mengarahkan fokus pada laporan keuangan sejumlah emiten. Sepanjang akhir pekan lalu, setidaknya 18 emiten telah merilis laporan keuangan tahun buku 2025.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin dengan pertumbuhan EPS tahunan pada kuartal IV/2025 lebih dari 1000%. Lonjakan tersebut didorong oleh divestasi bisnis es krim yang dilakukan pada Desember lalu.

Tren laba UNVR diperkirakan masih dapat meningkat pada kuartal I/2026 setelah perusahaan menjual bisnis teh Sariwangi ke grup Djarum. Meski demikian, aksi tersebut bersifat one-off sehingga pendapatan serupa tidak akan berulang pada periode berikutnya.

Mayoritas emiten yang telah merilis kinerja 2025 berasal dari sektor perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat laba bersih konsolidasi Rp 56,3 triliun sepanjang 2025, naik 0,93% secara tahunan.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melaporkan laba bersih Rp 20,04 triliun pada 2025, turun 6,63% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih Rp 3,5 triliun, meningkat 16% secara tahunan.

Kinerja beragam dari sektor perbankan ini menjadi bahan evaluasi investor dalam menentukan strategi portofolio, terutama karena perbankan memiliki bobot besar dalam pergerakan IHSG.

Bursa Asia dan Wall Street Menguat

Dari kawasan Asia, indeks utama pasar ekuitas dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini. Meski demikian, sejumlah bursa masih tutup dalam rangka perayaan Tahun Baru China.

Nikkei 225 tercatat naik 0,73% seiring data ekspor Jepang yang melonjak 16,8% secara tahunan pada Januari. Pertumbuhan ini melampaui ekspektasi pasar dan menjadi yang tercepat sejak November 2022, didorong peningkatan pengiriman ke Asia dan Eropa Barat.

Indeks saham Australia juga menguat moderat. Sementara itu, indeks saham Korea Selatan KOSPI, indeks acuan China dan Hong Kong, serta indeks Singapura tidak diperdagangkan karena masih libur Tahun Baru China.

Pelaku pasar global juga menantikan risalah pertemuan Federal Reserve bulan Januari. Namun, katalis besar berikutnya diperkirakan berasal dari rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Jumat.

Di Amerika Serikat, S&P 500 naik tipis 0,1% dan ditutup pada 6.843,22. Nasdaq Composite menguat 0,14% ke 22.578,38, sementara Dow Jones Industrial Average naik 32,26 poin atau 0,07% ke 49.533,19.

Kenaikan Wall Street yang terbatas, terutama akibat tekanan pada saham perangkat lunak, tetap memberikan sentimen positif bagi pasar global termasuk Indonesia.

Dengan kombinasi sentimen domestik berupa musim laporan keuangan serta faktor eksternal dari pergerakan bursa global, IHSG berpeluang mempertahankan momentum penguatan. Namun, dinamika teknikal di area resistance dan support tetap menjadi perhatian utama investor dalam jangka pendek.

Terkini